Proses Pembuatan Lantai SPC Yang Kuat Dan Tahan Lama

Proses pembuatan lantai SPC terbilang cukup sederhana. Perlu Anda tahu bila lantai SPC memulai debut sejak tahun 1970-an dan popularitasnya terus melambung diantara semua segmen pasar komersial utama. Mulai dari hotel, restoran, sekolah, rumah sakit dan masih banyak lagi. Dikatakan hampir tidak ada batas di mana pun Anda ingin memasang lantai SPC.

Apa Itu Lantai SPC?

Sebelum berbicara tentang proses pembuatan lantai SPC, ada baiknya Anda kenal tentang apa itu sebenarnya lantai SPC. SPC dirancang untuk meniru bahan lantai tradisional seperti batu, keramik, atau kayu, namun memberi lebih banyak manfaat praktis. Menggunakan cetakan foto realistis bersama dengan lapisan atas vinyl yang jernih, membuat lantai SPC dapat membuka pintu ke berbagai konsep desain. Karakter kuat dan tahan lama membuatnya makin dikenal luas. Lalu, seperti apa proses pembuatan lantai SPC yang membuatnya awet hingga berpuluh-puluh tahun?

Bagaimana Proses Pembuatan Lantai SPC?

Untuk memberi kualitas kuat, tahan lama, awet, dan tahan terhadap goresan, ada beberapa langkah utama pada proses pembuatan lantai SPC, yaitu:

  1. Mixing. Untuk memulai, kombinasi bahan baku ditempatkan ke dalam mesin pencampur. Begitu masuk, bahan baku kemudian dipanaskan pada suhu sekitar 125 – 130 derajat Celcius agar dapat menghilangkan uap air yang ada pada bahan. Setelah selesai, bahan tersebut didinginkan di dalam mesin pencampur untuk mencegah terjadinya plastisisasi dini atau dekomposisi tambahan proses.
  2. Beranjak dari mesin pencampur, bahan baku kemudian melalui proses ekstrusi. Di sini, kontrol suhu sangat penting agar bahan menjalani proses plastisi dengan benar. Materi tersebut kemudian melewati lima zona, dengan dua zona pertama menjadi yang terpanas, yaitu sekitar 200 derajat Celcius, dan perlahan menurun di tiga zona yang tersisa.
  3. Calendering. Setelah bahan benar-benar terplastisasi menjadi sebuah cetakan, inilah saatnya bagi bahan untuk memulai proses yang dikenal sebagai calendering. Di sini, serangkaian heated-roller digunakan untuk menggabungkan cetakan ke dalam lembaran yang kontinu. Dengan memanipulasi roll, lebar dan ketebalan lembaran dapat dikontrol dengan akurasi dan konsistensi yang tepat. Setelah ketebalan yang diinginkan tercapai, kemudian diembos di bawah panas dan tekanan. Roller yang diukir menerapkan desain bertekstur ke permukaan produk yang dapat berupa emboss ‘centang’ atau ‘dalam’. Setelah tekstur diterapkan, scratch dan scuff Top Coat akan diterapkan dan dikirim ke drawer.
  4. Drawer. Mesin drawer digunakan dengan kontrol frekuensi yang dihubungkan dengan motor secara langsung, di mana ini sangat cocok dengan kecepatan jalur produksi dan digunakan untuk mengirimkan material ke cutter.
  5. Cutter. Di sini, bahan kemudian dipotong untuk memenuhi standar pedoman yang benar. Pemotong diberi tanda oleh sakelar fotolistrik yang sensitif dan akurat untuk memastikan pemotongan yang bersih dan seimbang.
  6. Mesin plate-lifting Setelah bahan dipotong, mesin pengangkat pelat otomatis akan mengangkat dan menumpuk produk akhir ke dalam area pengepakan untuk diambil.

Proses pembuatan lantai SPC yang sederhana dan menggunakan suhu tinggi inilah yang membuatnya awet dan tahan lama. Kualitas seperti mudah dipasang, waterproof, memiliki berbagai style dan menawarkan kenyamanan, ramah lingkungan, harga terjangkau, dan mudah dalam hal pemeliharaan membuatnya populer. Tidak hanya itu, desain yang bervariasi sesuai tren juga membuat lantai SPC banyak digemari untuk dapat dipasang di berbagai area komersial.

Add a Comment

You must be logged in to post a comment