Agar Tidak Keliru, Yuk Cari Tahu Perbedaan WPC, LVT, & SPC Floor

WPC, LVT, & SPC floor

Tidak banyak yang tahu perbedaan antara WPC vs LVT vs SPC floor walaupun ketiganya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Tidak dapat dipungkiri jika jenis flooring tersebut sudah cukup populer digunakan untuk berbagai keperluan indoor dan outdoor. Namun, dengan tahu perbedaan masing-masing, ini dapat membantumu menemukan jenis flooring yang tepat. Dan berikut penjelasan lengkapnya.

  • LVT flooring. LVT (Luxury Vinyl Tile) adalah versi inovatif dari lantai vinil dengan desain realistis meniru tampilan lantai kayu, keramik, atau batu asli.
  • SPC floor. SPC (Stone Plastic Composite) flooring adalah versi upgrade dari LVT. Jenis flooring ini terdiri dari beberapa lapisan seperti UV coating, wear layer, SPC print layer, SPC core dan balanced layer.
  • WPC flooring. WPC (Wood Plastic Composite) memiliki sebuah core yang biasanya terdiri dari polivinil klorida, foaming agent, kalsium karbonat, material kayu atau seperti kayu. Jenis flooring ini semakin populer sebagai alternatif untuk menggantikan material kayu.

Perbedaan dan Kemiripan WPC, LVT, & SPC flooring

Berikut adalah beberapa perbedaan dan kemiripan yang ada pada WPC, LVT, & SPC flooring.

  • Struktur. Ketiga jenis lantai memiliki fitur layer, tetapi cukup bervariasi. Sebagai contoh, SPC floor memiliki core layer yang terdiri dari bubuk kalsium, stabiliser, dan bubuk PVC. Sedangkan LVT terdiri dari UV coating untuk melindungi warna lantai, wear layer, dan decor layer. Sedangkan WPC memiliki core layer yang terdiri dari LVT layer dan foaming agent. Core layer dari LVT terdiri dari bubuk kalsium, bubuk PVC dan plasticiser.
  • Ketebalan papan. WPC floor dianggap lebih tebal daripada LVT, LVT memiliki ketebalan 4mm atau kurang dari itu, WPC memiliki ketebalan sekitar 5 – 8mm. Untuk SPC floor memiliki ketebalan sekitar 4 – 5mm.
  • Kekokohan. Salah satu keunggulan dari SPC floor ada pada poin ini. Disebabkan karena core material, SPC cenderung paling stabil secara dimensi dibandingkan dengan jenis flooring lain. Faktor kekokohan ini membantu lantai tetap terasa lebih lembut dan dapat meningkatkan pertahanannya pada keausan dan penyok atau koyak.
  • Penampilan. WPC dan SPC flooring diproduksi dengan menggunakan teknologi digital imaging terbaru yang memungkinkan keduanya memiliki tampilan realistis yang meniru tampilan tile batu dan kayu asli. Keduanya pun dapat ditemukan dalam berbagai tekstur, warna dan style. Sementara LVT floor cenderung memproyeksikan tampilan dan nuansa yang diharapkan dari vinyl karena struktur papan yang tipis.
  • Instalasi. Semua jenis lantai ini memiliki potensi DIY. Papan LVT sering ditemukan dengan instalasi click-lock, glue-down, atau loose-lay. Sementara WPC dan SPC flooring sebagaian besar memiliki sistem click dan lock yang terdiri dari groove dan tongue construction hingga dapat menghilangkan kebutuhan akan paku dan lem.

Resistensi penyok. Lantai LVT memiliki tekstur lembut dan lentur yang menjadikannya sasaran empuk dari perabotan berat. Sementara SPC flooring memiliki ketahanan superior dibandingkan dengan LVT dan WPC karena mengandung batuan. Hal ini pun membuat SPC flooring menjadi pesaing utama untuk aplikasi komersial atau bidang dengan lalu-lintas tinggi.

Add a Comment

You must be logged in to post a comment